Kamis, 21 Januari 2010

ORANG YANG MATANG MENURUT ALLPORT


ORANG YANG MATANG 
MENURUT ALLPORT

oleh :Rizqon Karimah
Sadid Al-Muqim
Fitriyana Fauziah
Wardah Firdausi


PENDAHULUAN


Allport adalah ahli teori kepribadian pertama yang mempelajari orang-orang dewasa yang matang dan normal dan bukan orang-orang yang neurotis, sehingga dia mengembangkan suatu teori yang hampir seluruhnya mengenai kepribadian yang sehat. 
Allport mengemukakan adanya pemisahan fungsional antara anak dan orang dewasa yang sehat. Menurutnya pengaruh masa kanak-kanak dapat menyebabkan perbedaan antara neurosis dan kesehatan psikologis yakni kepribadian yang sehat yang segera setelah terbentuk, bebas dari masa lampau. 
Jadi kesehatan psikilogis adalah melihat ke depan, tidak melihat ke belakang. Pandangannya adalah kepada apa yang diharapkan orang itu untuk menjadi, dan bukan kepada apa yang sudah terjadi dan tidak dapat diubah. Allport juga mengungkapkan pentingnya peningkatan dan bukan pengurangan tingkat tegangan. 
Dalam teori Allport antisipasi-antisipasi adalah penting dalam membantu kita untuk menentukan siapa dan apakah kita ini, dalam membentuk identitas diri kita. 
selain tentang kesehatan mental Allport berpendapat bahwa kepribadian-kepribadian sehat terarah kepada orang lain, jadi orang yang matang terlibat secara aktif dan terikat pada sesuatu atau seseorang diluar diri. Orang yang sehat dapat mencintai dan memperluas dirinya kedalam hubungan yang penuh perhatian dengan orang-orang lain, pertumbuhan dan pemenuhan orang-orang lain sama pentingnya dengan pertumbuhan dan perkembangan dirinya sendiri.
 Inilah orang-orang yang sangat realistis, mereka mengetahui diri mereka dan menerima keterbatsan-keterbatasan mereka dan tidak terpukul oleh keterbatasan-keterbatasan itu. Jadi, orang-orang yang matang mengetahui diri mereka siapadan karena itu mereka aman dalam hubungan mereka dengan diri mereka dan dengan dunia sekitar mereka. 


KAJIAN TEORI


ORANG YANG MATANG MODEL ALLPORT

 Gordon Allport sangat tidak sepakat dengan teori S.Freud mengenai manusia. Menurutnya, manusia adalah makhluk rasional, diatur oleh tujuan, harapan sekarang (masa kini) dan masa datang, bukan di masa lalu. Salah satu pendekatan yanng berguna terhadap terhadap pemahaman psikologis Allport mengemukakan tema–tema pokok dari teori kepribadian dan menunjukkan bagaimana tema–tema itu berbeda dari apa yang didapat pada Freud. Tema–tema tersebut adalah :
a) Allport tidak percaya bahwa orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh kekuatan–kekuatan tak sadar yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi, tidak didorong oleh konflik tak sadar. Begitu pula dengan tingkah laku mereka, tidak ditentukan oleh hal atau kejadian yang ada di jauh dalam pandangan. Kekuatan-kekutan tak sadar itu hanya memepengaruhi orang yang neurotis. Individu yang sehat dan yang berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari sepenuhnya kekuatan yang membimbing mereka, serta dapat mengontrol kekuatan–kekuatan itu
b) Kepribadian yan matang tidak dikontrol oleh taruma dan konflik masa kanak– kanak. Orang yang sehat dibimbing dan diarahkan pada masa sekarang, oleh intensi dan aspirasi – aspirasi masa depan, berpandangan optimis, tidak kembali pada msa lalu.
c) Antara orang yang sehat dan orang neurotis tidak ada kesamaan secara fungsional. Dalam pandangan Allport orang yang neurotis berada pada kehidupan konflik dan pengalaman anak–anak, sedangakan ornag yang sehat befungsi pada suatu taraf yang berbeda dan lebh tinggi.
d) Allport lebih memfokuskan mempelajari orang dewasa yang matang (berlawanan dengan tokoh psikologi yang lain) yang lebih fokus pada orang neurotis. Karena itu dapat dikatakan bahwa sistem dari Allport hanya berorientasi pada kesehatan.
Perbedaan antara Allport dengan tokoh psikologi sebelumnya, mengantrakan Allport untuk memeberikan definisi yang berbeda pula mengenai kepribadian. Menurutnya kepribadian adalah:
”Organisasi dinamik dalam sistem psikofisik individu yang menentukan penyesuaian yang unik dengan lingkungan. Suatu fenomena dinamik yang memiliki elemen psikologik dan fisiologik, berkembang dan berubah, memainkan peran aktif dalam berfungsinya individu”
Istilah organisasi dinamik, mewakili 2 pengertian, aitu kepribadian terus berkembang dan berubah dan dalam diri individu terdapat pusat organisasi yang mewadahi semua komponen kepribadian dan menghubungkan antara satu dengan yang lain, Sedangkan istilah psikofisik menyiratkan bahwa kepribadian bukan hanya sebuah konstruk hipitetik, akan tetapi merupakan fenomena nyata, merangkum elemen mental, neural, disatuakan dengan unitas kepribadian. Istilah determine menegaskan bahwa kepribadian adalah sesuatu yang mengerjakan sesuatu; tidak hanya konsep yang menjelaskan tingkah laku, tapi bagian dari individu yang berperan aktif dalam tingkah laku orang tersebut

STRUKTUR DAN DINAMIKA KEPRIBADIAN
1) Traits. 
Traits merupakan predisposisi untuk merespon secara sama kelompok stimuli yang mirip; struktur neuropsikik yang memiliki kemampuan untuk menjadikan banyak stimuli berfungsi ekuivalen. Jadi traits merupakan sturktur neuropsiskik yang membimbing orang unutk bertingkah laku yang konsisten lintas waktu dan tempat. Sufat traits menurut Allport :
  Real, tarits bukan hana konsep abstrak, tetapi obyek nyata, yakni neuropsychic structure yang dapat menjelaskan traits takut, agresif, akstraversi
  Render many stimuli functionally eqivalent, traits menetapkan orang mamandnag berbagai stimulus memililki makna yanng sama dan merespon stimuli itu dengan tingkah laku yang mirip
  Dynamic / determinative in behaiviour : Traits bukan merupakan motivator asli dari tingkah laku; suatu stimulus, eksternal atau internal harus mengawalai beroperasinya traits. Tenaga dorong trais tidak sama , ada yang peran motivasionalnya lebih kuat daripada yang lain. Traits yang kuat akan memili kekuatan untuk mengawalli tingkah laku, membimbing orang mencari stimulus yang sesuai sehingga dapat menampung reaksi ekspresi traitsnya. Traits yang lemah hanya berperan untuk membimbing tingkah laku yang sudah siap bergerak
  Empirical, Traits dapat disimpulkan melalui berbagai pembuktian empirik, pertama traits dapat disimpulkan dari terjadinya tingkah laku berulang kali yang mempunyai makna yang sama mengikuti rentangan stimulus tertentu yang memilki makna personal yang sama. Kedua trais disimpulkan berdasarkan keajegean tingkah laku seseorang. Nmau keajegan ini tidak mutlak, karena traits dapat disimpulkan dari kesatuan keselarasan yang lembut dari berbagai manifestasi tingkah laku individu, walaupun sering sukar mengenalnya. Ketiga , traits disimpulkan dari jawaban atau memilih suatu keguatan yang muncul sebagai stimuli kuesioner
  Relatively independent traits, traits dapat dikemnali bukan dari kemandiriannya yang kaku tetapi dari kecenderungannya diseputar operasi pengaruhnya. Tingkah lakuk dari traits tertentu juga dipengaruhi oleh trauts leinnya, saling tumpang tindih – tanpa batas yang jelas
2) Personal Disposition.
Personal disposition memilki tingkat generalitas yang berbeda – beda, ada anag mempengaruhi tingkah laku seseorang secara umum ada pula ang hanya berpengaruh pada situasi atau tingkah laku tertentu. Tingkatan diposisi :
  Cardinal disposition, sangat umum sehingga tercermin hampir pada semua tingakah laku orang yang memilki, misalnya narcistic
  Central dispositions, kecenderungan yang menjadi ciri seseorang. Biasanya seseorang dideskriosikan menggunakan 5 – 10 central disposistion, misalnya seseorang yang introspektif, obsesif, melancoly, depresif, peragu.
  Secondary disposition, semakin tidak umum, dan kurang oenting untuk menggambarkan kepribadian. Misalnya orang yang biasana sabar menjadi marah apabila orang lain menghina kelompok etnik orang penyabar itu
3) Hubungan antara traits, habit, attitudes dan type
Traits, habit, dan attitudes semuanya predisposisi. Mereka bisa unik, dan merupakan produk faktor genetik dan belajar dan masing – masing mungkin mengawali atau membimbing tingkah laku.
Traits merupakan hasil kombinasi dua habit atau lebih. Traits lebih umum, dapat dipakai dalam lebih banyak situasi dan memunculkan banyak variasi respon. Misal seseorang yang mempunai habits menggantng kunci mobil pada belakang pintu rumah, maka dia mempunai traits oderlines, tingkah lakunya berulang, semua barang diatur ditempatnya
Attitudes lebih umum dibanding traits. Attitudes berbeda dengan habits dan trauts dalam sufatnya yang evaluativ. Misalnya sikap (attitudes ) pria terhadap persamaan hak antara wanita dan pria mungkin positif ( setuju dan berudaha mengembangaknnya ) atau negatif ( mengabaikan )
Tipe adalah kategori nomotetik, dan konsep yang jauh lebih luas dibanding tiga konsep di atas. Konsep ini bahka merangkum ketiga konsep yang lain, menggambarkan kombinasi traits, habits, dan attitudes yang secara teoritik dapat ditemui pada diri seseorang. Namun manakala kita ingin menganalisa individu dalam hal tipenya, kita kehilangan pengamatan mengenai sifat keunikannya.

MOTIVASI PADA PRIBADI YANG SEHAT
Allport berpendapat bahwa pribadi yang sehat tidak dibimbing oleh kekuatan a sadar atau pengalaman masa kanak – kanak. Motif orang dewasa bukan merupakan perpanjangan atau perluasan motif masa kanak – kanak. Motif orang dewasa secara fungsionalotonom terhadap masa kanak – kanak yakni motif itu tidak tergantung pada keadaan asli, otonom sama seperti pohon yang sudah tumbuh sempurna dari bijinya yang pernah memberinya makanan. Kita didorong lebih dahulu oleh rencana masa depan. Segi sentral dari kepribadian kita adlah intensi – intensi kita yang sadar dansengaja, yakni harapan , aspirasi, dan impian. Tujuan ini mendoronng kepribadian yang matang dan memeberi petunjuk yang baik dalam memahani tibgkah laku orang sekarang
Menurt Allport memilki tujuan jangka panjang ynag dilihat sebagai pusat dari kehidupan pribadi seseorang, membedakan manusia dari binatang, orang dewasa, dan anak – anak, dan dalam banyak hal kepribadian yang sehat dari kepribadian yang sakit. Kodrat intensional kepribadian yang sehat mempersatukan dan mengintegralkan seluruh kepribadian, kendati sedang ditimpa masalah dan konflik, kepribadiannya dala arti tertentu dapat menjadi utuh dengan mengintegrasikan semua seginya untuk mencapai tujuannya
Orang yang neurotis kekurangan maksud dantujuan jangka panjang dan kperibadian mereka terpotong menjadi subsistem yang tak berhubungan yang kekurangan suatu fokus sentral dan kekuatan pemersatu.Menurut Allport, seseorang yang sehat bukanlah seorang yang merduksi tegangan, menjaganya agar tetap berada pada taraf rendah, dan menjaga keadaan tetap berada dalam keseimbangan ” homoestatis ”. Manusia yang sehat mempunyai keinginan – keinginan dan kebutuhan terus menerus dan bervariasi, menyukai tantangan. Mereka berani mengambil resiko,berspekulasi, meyelidiki hal yang baru. Melalui pengalaman yang menimbulkan tegangan dan tantanagan inilah manusia dapat tumbuh.
Sejarah telah mencatat bahwa banyak individu yang meninggalkan kehidupan rutinitasnya yang kurang memberikan tantangan, mereka memulai dengan aktivitas yang baru bukan mencari kenamanan, melainkan meningkatkan tegangan. Dalam pandangan Allport, kebahagiaan bukanlah merupakan sutau tujuan dalam dirinya sendiri. Tetapi kebahagiaan merupakan hasil sampingan dari keberhasilan integrasi kepribadian dalam mengejar aspirasi dan tujuan. Kebahagiaan bukan merupakan suatu pertimbangan utama bagi orang sehat tetapi mungkin berlaku bagi orang yang memilih aspirasi yang dikerjanya secara aktif
Apakah semua tujuan dapat dicapai?? Tentu tidak. Sebab pada hakiakatnya orang yang sehat tujuannya ( tujuan akhir ) tidak dapat tercapai. . Tujuan terakhir akan menarik seseorang dari salah satu subtujuan ke subtujuan yang lain yang tidak dapat dijangkau. Jika setiap tujuan dapat tercapai, kita tidak akan memiliki dorongan untuk mengarahkan kehidupan dan mengintegrasikan serta mempersatukan semua segi kepribadian kita. Sedangkan orang yang matang dan sehat terus menerus membutuhkan motif-motif kekuatan dan daya hidup yang cukup untuk menghabiskan energi - energinya
Melihat fenomena kenakalan remaja, menurut Allport mereka hanya kekurangan tujuan yang berarti dan konstruktif untuk menghabiskan energinya. Energi sebagai kekuatan harus menemukan jalan keuar yang tepat, jka tidak maka energi akan dilepaskan secara destruktuif. Allpport juga memasukkan kepribadian yanag sehat dalam ” prinsip penguasaan dan kemampuan ” (principle of mastery and competence) yang berpendapat bahwa orang – orang yang matang dan sehat tidak cukup puas dengan melaksanakan atau mencapai tingkat yang sedang atau hanya yang memadai. Mereka didorong untuk melakukan sedapat mungkin untuk mencapai tingkat penguasaaan dan kemampuan yang tinggi dalam usaha memuaskan motif – motif mereka

” DIRI ” DARI ORANG YANG SEHAT 
Konsep diri merupakan bagian yang penting dalam setiap pembicaraan tentang kepribadian yang sehat. Istilah yang dipilih Allport dalam membahas diri adalah proprium , karena dia ingin menghilangkan kekaburan dalam pembicaraan diri. Proprium dapat dipahami dengan mudah sebagai bentukan dari kata propriate, appropriate. Proprium adalah hakekat kemanusiaan, yakni kualitas positif, kreatif, ingin berkembang, dan bergerak maju. Proprium mencakup semua aspek kepribadian yang menyumbang pengorganisasian sikap, nilai, motif, persepsi, predisposisi menjadi suatu kesatuan diri yang integral. Proprium merupakan sesuatu yang mengenalnya kita segera sadar, sesuatu yang kita fikirkan sebagai bagian yang hangat, sentral dan privat dari kehidupan kita, sehingga menjadi inti dari kehidupan.Proprium menunjuk kepada sesuatau yang dimiliki seseorang atau unik bagi seseorang itu. 
Perkembangan Proprium 
Proprium sebgai obtek merupakan tujuh aspek yang berkembang sejak lahir sampai dewasa. Jikasemua segi perkembangan itu telah muncul sepenuhnya, maka segi – segi tersebut dipersatukan dalam satu konsep proprium. Jadi proprium susunan dari 7 tingkat ” diri ” ini. Adanya proprium merupakan prasyarat untuk suatu kepribadian yang sehat. Pada tiga tahun pertama terdapat tiga aspek, yaitu ;
a) Sense of bodily self (diri fisik / jasmaniah). Kita dilahirkan dengan suatu perasaan tentang diri, ; perasaan tentang diri bukan merupakan bagian dari warisan keturunan. Seiring bertambahnya kompleksnya beajar dan pengalam maka berkembanag suatu perbedaan yang kabur antara benda yanga ada pada diri sendiri denagn hal lain
b) Sense of continuing self identity (identitas diri yang berkesinambungan). Pada tahap ini seorang anak mulai menyadari akan identitasnya sebagai sesuatu terpisah dengan yang lain. Anak mengenal nama, dan menyadari bahwa hari ini merupakan bayangan kita di hari sebelumnya. Menurut Allport nama seseorang memegang peranan penting dalam identitas diri, karena merupakan lambangdari kehidupan seseorang yang mengenal dirinya dan memebedakan dirinya dengan orang lain
c) Self esteem atau pride (bangga). Harga diri ini mencakup perasaan bangga anak sebagau suatu hasil dari belajar dan mengerjakan tugan atas usahanya sendiri. Pada tahap in i minat anak untuk mengeksplor dunia cenderungn meningkat, sense of knowledge yang tinggi. Allport myakini bahawa masa ini merupakan masa penentu, jika orang tua terlalau menghalangi kebutuhan anak, maka perasaan harga diri yang timbul dapat dirusakkan. Inti dari harga diri ini ialah hak untuk otonom. 
 Perkembangan proprium pada usia 4- 6 tahun mencakup ;
1) Extension of self (perluasan diri). Pada tahap ini anak mulai menyadari orang laian dalam lingkungan serta fakta bahwa beberapa diantaranya adalah miliknya. Anak mempelajari arti dan nilai dari milik seperti terungkap dalam kata ” bagus sekali punyaku ”. Tahap ini merupakan permulaan dari kemampuan seseorang untuk memperpanjang dan memperluas dirinya, untuk memasukkan tidak hanya benda tapi juga abstraksi, nilai, dan kepercayaan
2) Self image (gambaran diri). Tahap ini menunjukkan bagaimana seorang anak melihat dirinya dan pendapatnya tentang dirinya. Gambaran ini berkembang dari interaksi antara orang tua dan anak. Melalaui pujian dan hukuman anak belajar bahwa orang tuanya mengharapkan untuk melakukan perbuatan atau tingkah laku tertentu. Dengan mempelajari harapan orang tua, anak mengembangkan dasar perasaan tanggung jawab moral serta untuk perumusan tentang tujuan hidup dan intensi
 Perkembangan proprium usia 6-12 tahun meliputi ;
1) Self as rational coper (penguasaan rasional). Tahap ini muncul ketika anak mulai bersekolah. Segala aturan dan harapan baru dipelajari dari guru, teman sekolah serta aktivitas yang diberikan dan tantangan intelektual. Anak belajar bahwa dia dapat memecahkan masalah dengan menggunakan proses yang logis dan rasional
2) Propriate striving (berusaha memilki). Tahap ini ada ketika berada dalam masa adolensi. Allport percaa bahwa masa adolensi merupakan masa yanga sangat menentukan. Pertanyaan ” who am I ”, adalah pertanyaan yang biasanya muncul. Karena didorong dan ditarik dalam arah-arah berbeda oleh orang tua dan teman sebaya, anak remaja itu mengadakan percobaan dengan kedok dan peranan, menguji gambaran diri, berusaha menemukan suatu kepribadian orang dewasa. Segi yang sangat penting dari pencarian identitas diri adalah definisi tujuan hidup.
Tahap – tahap perkembangan proprium di atas berkembang dari masa bayi sampai masa adolensi. Kegagalan atau kekecewaan yang terjadi pada salah satu tahap akan berakibat pada tahap yang selanjutnya. Dengan demikian pengalaman masa kanak-kanak mempunyai peranan penting dalam mewujudkan pribadi sehat

PERKEMBANGAN PRIBADI YANG SEHAT
 Allport mengakui bahwa masa kanak-kanak mempunyai andil dalam mewujudkan pribadi yang sehat, hanya saja hubungan itu tidak bersifat fungsional yang berkesinambungan. Menurut Allport peranan orang tua (ibu) mempengaruhi perkembangan proprium anak. Jika seorang anak mendapat kasih sayang yang cukup, perasaan aman, akan menumbuhkan identitas diri dan diri akan meluas.
 Demikian pula jika seorang anak yang dibesarkan dalam kondisi tidak aman, agresif, penuh tuntutan, egosentris, pertumbuhan psikologisnya berkurang. Sebagai seorang dewasa, orang itu akan dikontrol oleh dorongan masa kanak – kanak dan oleh keinginan dan konflik dan mungkin mengembangakan suatu bentuk sakit jiwa.

BAGAIMANA KRITERIA KEPRIBADIAN YANG SEHAT ???
a) Perluasan Perasaan Diri. 
Orang yang matang adalah mereka yang mengembangakan perhatian di luar dirinya. Tidak hanya sekedar berinteraksi dengan sesuatu di luar dirinya, namun ia akan berpartisipasi penuh dan total ” partisipasi otentik yang dilakukan oleh orang dalam beberapa suasana yang penting dari usaha manusia ”. 
Aktivitas yang dimaksud oleh Allpport adalah yang relevan bagi diri, meningkatkan kemampuan, dan membuat kita enjoy melakukannya. Kesehatan psikologis seseorang berbanding lurus dengan peranannya terhadap aktivitas yang dilakukkan.
b) Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang Lain
Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan cinta terhadap orang tua, teman, dan anak . Terdapat perbedaan antara cinta orang yang neurosis dan cinta dari pribadi yang sehat. Orang yang neurosis harus menerima cinta lebih banyak daripada kemampuan mereka untuk memberinya, dan syarat akan kewajiban. Sedangkan cinta dari pribadi yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan, sabar terhadap tingkah laku orang lain, serta tidak mengadili atau menghukumnya
c) Keamanan Emosional 
Kepribadian yang sehat mampu menerima semua segi yang terdapat pada mereka, termasuk segala kelemahan dan kekurangan tanpa menyerah secara pasif. Orang yang sehat mampu hidup dengan segi lain dalam kodratnya, dengan memilki sedikit konflik, baik dengan diri sendiri terlebih dengan masyarakat.
Kepribadian yang sehat juga mampu menerima emosi – memosi manusia; bukan tawanan dari rasa emosinya. Mereka juga mampu mengontrol emosi, sehingga tidak mengganggu aktivitas antar pribadi. Kualitas lain dari keamana emosional adalah ” sabar terhadap kekecewaan ”. Orang yang sehat akan sabar dalam menghadapi kemunduran, tidak menyerah pada kekecewaan, melainkan mampu memikirkan jalan keluar untuk mencapai tujuan. 
d) Persepsi realistis
Orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Mereka tidak memepercaai bahwa orang di luar dirinya dan lingkungan bersikap kurang bersahabat atau semuanya baik menurut prasangka pribadi terhadap realitas
e) Keterampilan dan Tugas
Keberhasilan dalam pekerjaan menunjukkan keterampilan dan bakat tertentu. Menurt Allport orang yang sehat tidak akan tidak mengarahkan keterampilan pada pekerjaan. Komitmen pada orang sehat begitu kuat sehingga mengantarkan mereka pada kesanggupan menenggelamkan semua pertahanan yang berhubungan dengan ego dan dorongan ketika terbenamdalam pekerjaan
Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas hidup. Kematangan dan kesehatan psikologis tidak akan tercapai tanpa melakaukan aktivitas yang penting dan melakukannya dengan penuh dedikasi, komitmen, dan keterampilan - keterampilan
f) Pemahaman Diri
Usaha untuk memahami diri secara obyektif mulai pada awal kehidupan dan tidak akan pernah berhenti, tetapi ada kemungkinan mencapai suatu tingkat pemahaman diri (self-objectification) tertentu yang berguna dalam setiap usia. Tentunya kepribadian yang sehat akan mencapai suatu tingkat pemahaman diri yang lebih tinggi daripada orang-orang yang neurotis.
Orang yang memiliki tingkat pemahaman diri yang tinggi atau wawasan diri tidak mungkin memproyeksikan kualitas-kualitas pribadinya yang negatif kepada orang lain. Biasanya orang seperti ini akan diterima dengan lebih baik oleh orang lain. Allport mengatakan bahwa orang yang memiliki wawasan diri yang lebih baik adalah lebih cerdas daripada orang yang memiliki wawasan diri yang kurang.-
g) Filsafat Hidup yang Mempersatukan
Orang yang sehat tentunya akan melihat ke depan, yang didorong oleh tujuan-tujuan dan rencana-rencana jangka panjang. Menurut Allport, dorongan yang mempersatukan adalah arah (directness), dan lebih terlihat pada kepribadian yang sehat daripada orang yang neorotis. Arah akan membimbing semua segi kehidupan seseorang menuju suatu tujuan serta memberikan seseorang alasan untuk hidup. 
Kerangka untuk tujuan khusus itu adalah ide tentang nilai-nilai. Menurut Allport nilai-nilai sangat penting bagi perkembangan suatu filsafah hidup yang mempersatukan. Suara hati juga ikut berperan dalam suatu filsafah hidup yang mempersatukan. Allport berpendapat bahwa, terdapat perbedaan antara suara hati yang matang dan suara hati yang tida matang atau neurotis. Suara hati yang matang adalah suatu perasaan kewajiban dan tanggung jawab terhadao diri sendiri dan kepada orang lain, dan mungkin berakar dalam nilai-nilai agama atau etis, sedangkan suara hati yang tidak matang sama seperti sura hati kanak-kanak yang patuh dan membudak, penuh dengan pembatasan dan larangan yang dibawa dari masa kanak-kanak kedalam masa dewasa.



KESIMPULAN

Menurut Allport manusia adalah makhluk rasional, diatur oleh tujuan, harapan sekarang (masa kini)dan masa datang, bukan di masa lalu. Allport mengemukakan tema–tema pokok dari teori kepribadian, tema tersebut adalah: Allport tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tak sadar yang tidak dapat dipengaruhi, kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh taruma dan konflik masa kanak– kanak, antara orang yang sehat dan orang neurotis tidak ada kesamaan secara fungsional, Allport lebih memfokuskan mempelajari orang dewasa yang matang daripada fokus pada orang neurotis.
Definisi kepribadian menurut Allport adalah organisasi dinamik dalam sistem psikofisik individu yang menentukan penyesuaian yang unik dengan lingkungan. Suatu fenomena dinamik yang memiliki elemen psikologik dan fisiologik, berkembang dan berubah, memainkan peran aktif dalam berfungsinya individu.
Konsep diri menurut Allport adalah proprium. Proprium adalah hakekat kemanusiaan, yakni kualitas positif, kreatif, ingin berkembang, dan bergerak maju. Proprium mencakup semua aspek kepribadian yang menyumbang pengorganisasian sikap, nilai, motif, persepsi, predisposisi menjadi suatu kesatuan diri yang integral.
Dalam perkembangan pribadi yang sehat Allport berpendapat bahwa masa kanak-kanak mempunyai andil dalam mewujudkan pribadi yang sehat. Menurutnya peranan orang tua (ibu) mempengaruhi perkembangan proprium anak. Jika seorang anak mendapat kasih sayang yang cukup, perasaan aman, akan menumbuhkan identitas diri dan diri akan meluas, jika yang terjadi sebaliknya maka akan terbentuk jiwa yang tidak sehat.
Menurut Allport terdapat tujuh kriteria kematangan yang merupakan pandangan tentang sifat khusus dari kepribadian yang sehat, yakni: perluasan perasaan diri, hubungan diri yang hangat dengan orang lain, keamanan emosional, persepsi realistis, ketrampilan dan tugas, pemahaman diri, filsafah hidup yang menyatukan.



DAFTAR PUSTAKA

Hall S. Calvin, dan Gardner Lindzey. 1993. Teori-Teori Sifat dan Behavioristik. Yogyakarta: Kanisius.
Schultz Duane. 1991. Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.
__ .Pengantar Psikologi Kepribadian Non Psikoanalitik.¬__

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar