Rabu, 13 Januari 2010

GANGGUAN-GANGGUAN KONTROL DIRI


GANGGUAN-GANGGUAN KONTROL DIRI

Oleh :
Irvan Rizky Setiawan
Faikatul Alfiyah
Ana Khoirurah
Aprilina Hartanti
Fitri Indhana Zulfa


Gangguan yang berupa tingkah laku yang dilakukan secara berulang dan secara kompulsif, merasa tersiksa karena ketidak mampuan untuk mengontrol diri.
Gangguan control impuls:
Ø Impuls = dorongan untuk bertingkah laku
Ø Gangguan control impuls: tingkah laku yang secara potensial berbahaya, yang tidak dapat ditolaknya, kadang mempunyai efek sakit-beberapa mengandung resiko.
Ø Ada 3 gambaran
1. Tidak mampu untuk melakukan impuls yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain; tingkah laku itu dapat spontan, dapat pula terencana, beberapa berusaha menolak, yang lain setuju ketika ada dorongan tersebut.
2. Sebelum melakukan perbuatan itu orang merasa adanya tekanan untuk melakukan itu, mengalami kecemasan dan tekanan yang hanya dapat hilang dengan melakukan impuls tersebut; beberapa merasakan seperti timbulnya gairah seksual.
3. Ketika melakukan impuls itu, ia merasakan senang, atau puas, juga seperti dorongan seksual terpuaskan.

Cleptomania
Penderita ini mencuri bukan karena kebutuhan ekonomi, tetapi mereka didorong oleh dorongan untuk mencuri yang terus menerus.
Sifat:
· Didorong keinginan mencuri, bukan keinginan untuk memiliki
· Motivasi utama: menghilangkan ketegangan.
· Mencuri – menghilangkan ketegangan dan memberikan rasa sensasi, meskipun orang merasa dorongan itu tidak menyenangkan, tidak dikehendaki, mengganggu dan bodoh.
· Pencurian dapat dilakukan di toko, tetapi ada yang hanya pada orang yang ia tertarik.
· Barang curian dibuang atau diberikan orang lain
· Ciri khas: tidak ada perhatian pada barang yang dicuri.
Teori dan Perlakuan
· Penderita kleptomania biasanya juga menderita gangguan psikologis yang lain
· Ada yang berteori kleptomania merupakan simptomp gangguan biologis, maka ada yang berpendapat gangguan itu akibat kekurangan serotonin – maka penyembuhan dengan fluxitin yang menaikkan serotonin di system syaraf
· Perlakuan behavioral: sensitisasi tertutup, klien diperintah menimbulkan dalam pikiran bayangan aversif selama perbuatan mencuri. Misalnya: bayangan hal yang menjijikkan seperti muntah, atau disuruh menggunakan penghenti pikiran.

Berjudi yang patogenik
· Dorongan berjudi yang sangat kuat sering menggunakan seluruh hidupnya untuk mengejar kemenangan

Sifat
· Tidak dapat menolak dorongan bertaruh
· Terobsesi keinginan berjudi, menggunakan uangnya tanpa perhitungan dan melakukan tingkah laku yang ekstrim seperti: berdusta, menipu dan mencuri untuk mengobarkan kebiasaannya.
· Kalau dorongan dicegah, orang itu menjadi tidak tenang dan suka marah.
· Beberapa ada yang berusaha untuk berhenti, tetapi tidak dapat tahan, lalu mengelabuhi diri dari orang lain, bahwa apabila dapat menang, mereka akan berhenti.
· Beberapa orang diliputi perasaan tidak ada harapan sehingga merenung atau melakukan bunuh diri.
· Mempunyai pengaruh merusak pada individu dan kesejahteraan keluarga.
· Istri menderita pelecehan emosi, fisik dan verbal dan 12 % berusaha bunuh diri.
· Anak-anak juga menderita: ¼ menderita gangguan penyesuaian di rumah dan atau di sekolah, menjadi pemadat/peinum, kejahatan atau melakukan yang berhubungan dengan judi.
· Orang menjadi pemjudi melalui bebrapa tingkat. Berjudi untuk rekreasi- kalau kalah berhenti ----berhenti; kalau menang----ingin memcapai identitas sebagai pemenang----makin sering menang makinidentitas diperkuat (waktu ini mendapat keterampilan berjudi)----menang----kecanduan, sukar berhenti, karena menjadi penguat secara financial dan psikologis----bermain dengan resiko besar (taruhan besar)----keberuntungan tidak selalu ada----kalah----uang habis----kepercayaan kalau menang, segalanya akan dapat diatasi-kalau menang----makin nekat----kehilangan akal sehat----bertaruh tanpa pikira----terjadi lingkaran setan.

Teori dan Perlakuan
· Penjudi seperti pecandu alkohol----mencari sensasi yang baru dan mendebarkan.
· Penjudi mudah bosan----mencari excitement, didapat dari kekalahan dan kemenangan.
· Sifat penjudi laki-laki: kompulsif dan anti sosial
· Wanita: tergantung, submisif, pasif agresif
· Penjudi patologis: narsistik dan agresif, ingin berhasil melalui cara-cara tidak konvensional.
· Dari sudut pandang istrinya: penjudi itu pendusta, yang tidak bertanggung jawab, tidak komunikatif-tidak tulus dan impulsive.
· Banyak penjudi patologis, karena sifat-sifat itu menderita gangguan suasana perasaan.
· Penelitian bilogis: penderita inimenunjukkan aktivitas norepinefrin dan abnormalitas EEG daripada subjek normal
· Penyembuhan: seperti pada peminum: setelah membaca tentang judi diberi shock listrik yang menyakitkan.
· Metode exposure in vivo: pasien dibawa ke tempat judi hanya untuk melihat
· Desentisisai imaginal: individu belajar mengganti respon yang tidak biasa terhadap situasi ini dengan respon baru yang mengganti tingkah laku yang menjadi problem (kalau ingin berjudi----relaks).

Piromania: dorongan berbahaya dan kompulsif untuk membakar.

Sifat:
· Ada dorongan untuk menyiapkan, membakar danmelihat kebakaran. Sebelum membuat kebakaran orang ini tegang, dan setelah membuat kebakaran mengalami perasaan gembira yang mendalam, juga puas dan lega.
· Tingkah laku ini tidak didorong oleh motif criminal dan financial
· Jarang terjadi
· Lebih banyak pada laki-laki—dimulai pada masa anak
· Pada banyak kejadian: dorongan seksual memegang perana penting (maka sering disamakan dengan tingkah laku parafilia atau fetistik)

Teori-teori dan Perlakuan
· Biasanya penderita juga mempunyai masalah atau gangguan yang lain
· Pada banyak kejadian berakar pada masalah-masalah pada masa anak dan tingkah laku membakar
· Biologis: penderita kurang serotonin dan neropinefrin
· Penderita menghindarkan perlakuan/penyembuhan
· Perlakuan behavioral: teknik grafing: terapis dan klien membuat tulisan tentang riwayat tingkah laku, perasaan dan pengalaman klien tentang membakar. Diperkirakan kalau riwayat ini ditunjukkan secara kronologis akan membuat klien sadar akan sebab akibat dan akan peka terhadap sinyal-sinyal bahwa kompulsi membakar akan datang, sehingga individu dapat mengganti dengan cara-cara yang lebih sesuai untuk menghilangkan ketegangan.

Impulsivitas Seksual
Penderita tidak dapat mengontrol tingkah laku seksualnya, sering melakukan aktivitas seksual tanpa diskriminasi.

Sifat-sifat

· Sering juga disebut seksualitas kompulsif atau kecanduan seks. Tapi ini sebetulnya bukan kecanduan juga bukan kompulsi, tetapi sesuatu kekurangan kontrol terhadap dorongan seksual.
· Penderita dipenuhi seks-merasa didorong yang tidak dapat dikontrol untuk mencari pelepasan seks, dan kemudian menyesal.
· Penderita tidak mengakui perbuatannya, penderita ini mempunyai kecenderungan menderita gangguan suasana perasaan, kecemasan, penyalahgunaan obat-obatan dan gangguan makan.

Teor-teori dan Perlakuan
Pendukung perspektif biologis: gangguan ini merupakan variasi gangguan obsesif kompulsif, ini berdasar bahwa kedua gangguan itu didorong kecemasan atau ketegangan, dan mereka berespon terhadap obat-obatan yang sama, termasuk litium, antidepressant, terutama klomipramin, yang dapat mengurangi symptom obsesi.
Perspektif biologis: disebabkan karena hubungan oang tua anak yang terganggu, anak yang marah karena merasa diabaikan, dipisahkan atau terlalu banyak dibebani secara mosional, dapat lari ke tingkah laku ini dalam usahanya untuk mendapatkan perhatian atau untuk mendapatkan bentuk pemuasan.
Perspektif behavior: pola ini berkembang karena individu belajar menghubungkan pencabutan rambut dengan terhindar dari ketegangan.

Ada 5 cara perlakuan behavior
1. Mempertinggi kesadaran akan tingkah laku tersebut, lebih memusatkan perhatian anda pada tingkah laku tersebut dengan mencatat kalau terjadi, mengucapkan dengan keras, keluarga diminta untuk menunjukkan kalau tingkah laku itu dilakukan.
2. Teknik pemberian penguat: member pujian kalau tidak melakukan tingkah laku itu
3. Pemberian hukuman (teknik aversif)
4. Relaksasi atau teknik hipnotis
5. Mengganti dengan tingkah laku yang lebih diterima, seperti meraptkan tangan.

Gangguan eksplosif yang sebentar-sebentar
Ketidak mampuan menahan dorongan. Dorongan itu adalah mengekspresikan perasaan marah dan menghubungkannya dengan tingkah laku kekerasan.

Sifat-sifatnya
· Orang menjadi sangat marah sehingga orang menyerang atau merusak tanpa ada provokasi yang serius
· Dapat melukai diri sendiri, orang lain atau merusak benda-benda
· Sebelumnya penderita merasa bahwa akan terjadi sesuatu, sama seperti pada aura pada epilepsi
· Di antara episode serangan tidak tampak terjadinya dorongan atau tempramen yang tidak biasa
· Lebih banyak pada laki-laki
· Beberapa akibatnya dimasukkan penjara, kalau perempuan dimasukkan ke RSJ

Teori dan Perlakuan
· Penyebab biologis memegang peranan penting, meski faktor lingkungan juga mempunyai peran
· Perspektif biologis: sekresi insulin yang abnormal, tingkat rendah serotonin dan norepinefrin
· Perlakuan somatic dibantu intervensi behavior

Gangguan Makan
· Penderita ini berusaha keras untuk mengontrol sikap dan tingkah laku yang terganggu yang berhubungan dengan makan, yang meresikokan hidupnya
· Ada dua macam gangguan yang berhubungan dengan makan, yaitu: anorexia nervosa dan bulimia nervosa
Sifat Anorexia Nervosa
· Penderita berharap menjadi kurus, mengembangkan ketakutan yang mendalam untuk menjadi gemuk, sehingga mereka diet untuk menjadi krempeng
· Diet yang berlebihan ini dapat menyebabkan keabnormalan fisik seperti gangguan menstruasi, kulit kering, detak jantung pelan, aktivitas penerimaan berkurang dan kelemahan otot
· Karena terlalu ekstrim dapat mati Karena komplikasi medis akibat kekurangan makan
· Anorexia = tanpa nafsu makan
· Sebetulnya pada permulaan orang ini tidak kehilangan nafsu makan justru sangat suka makan
· Mempunyai kebiasaan makan yang eksentrik
· Initi gangguan ini adalah gangguan citra badan
· Banyak pada wanita
· Berkembnag selama remaja

Sifat-sifat Bulimia Nervosa
· Makan banyak sekali lalu dimuntahkan atau tingkah laku lain yang ekstrim
· Pada periode makan tidak dapat menghentikan, berhenti kalau badan merasa tidak enak. Dapat terjadi dua kali dalam seminggu dan dilakukan secara rahasia
· Setelah itu dimuntahkan, diberi pencahar, dengan berpusa atau latihan olah raga yang berlebihan
· Mempunyai citra badan normal meskipun mempunyai perhatian yang berlebihan pada berta badan
· Anorexia: merasa terlalu gemuk, gangguan terletak pada citra badan
· Berat badan anorexia sangat di bawah berat badan normal, bulimia mempunyai berat rata-rata atau di atas rata-rata
· Peda bulimia searing terjadi komplikasi medis, karena cara-caranya mengeluarkan makanan, yang telah dimakan

Teori-teori dan Perlakuan
· Pengaruh sosiokultural: adanya penghargaan tinggi terhadap kelangsingan
· Anorexia nervosa----jalan untuk menjadi mandiri, pisah dari orang tua
· Orang tua (keluarga) yang tidak karuan, yang tidak dapat memecahkan masalah, yang kuran afeksi dan empati dapat menjadi penyebab anorexia nervosa
· Biologis: akibat keabnormalan biokemis
· Terjadi dalam keluarga-juga terjadi gangguan suasan perasaan, apakh ada hubungan antara keduanya, masih menjadi pertanyaan
· Kognitif-behavioral: kepercayaan masyarakat tentang kelangsingan----menerima aturan dari pembatasan makan. Pada bulmia, aturan ini terpatahkan kalau lapar----makan banyak


Perlakuan
· kombinasi dari banyak pendekatan
· pengobatan banyak dilakukan untuk dapat mempertahankan hidup
· juga dilakukan teknik kognitif-behavioral: reformulasi pemikiran tentang makan
· terapi kelompok
· terapi interpersonal, fokus: membantu klien untuk dapat menghadapi stress dan perasaan rendah diri dalam situasi imterpersonal. Ini dapat meningkatkan suasana perasaan klien, mengurangai ketergantungan pada makan sebagai cara menghadapi perasaan-perasaan negative
· kognitif-behavioral: monitor diri.


Daftar Pustaka

- Wiramihardja, Sutardjo A. Pengantar Psikologi Abnormal. Refika Aditama. Bandung. 2005
- Martania, Sri Mulyani. Hand Out Psikologi Abnormal dan Psikopatologi. Yogyakarta. 2001.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar