Tampilkan postingan dengan label Ruang Diskusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Diskusi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Oktober 2016

Melatih Itu MUDAH!

By. Ridho Hudayana

Pak Ridho ini Mengerjai kita, Disuruhnya kita Berfikir (Orang Desa)


Beberapa hari ini, adalah jadwal saya untuk mengisi pelatihan tentang pemberdayaan di salah satu program pemberdayaan dari pemerintah yang bernama Program Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) untuk masyarakat di 20 desa kecamatan kubu, kabupaten kubu raya. Yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, serta memberantas anak usia wajib sekolah yang putus sekolah, dengan jalan pemberdayaan masyarakat. 


Seperti tahun-tahun sebelumnya pelatihan ini di gelar sesuai dengan petunjuk teknis. Namun peserta yang dilatih ada yang tergolong peserta lama dan ada yang baru kali pertama mengikuti pelatihan ini. Jadi mungkin titik sulitnya adalah pada bagaimana menyamakan persepsi dan kapasitas ilmu mereka antara yang sudah 3 tahun berjalan mengikuti pelatihan dan mengimplementasikan hasil pelatihan itu dengan yang baru kali pertama ikut pelatihan dan belum mengalami proses implementasi pelatihan.


Disini membuat saya berfikir dan menyikapinya dengan beberapa metode mudah yang pembaca juga bisa lakukan. Dan hasilnya juga memuaskan, yang sudah pernah mengikuti pelatihan ini merasa tidak bosan, dan yang baru merasa tidak minder karena tidak tahu, mau tahu caranya? Check it out!


Berikan Jiwa Pelatihan


Kalau lagu Indonesia Raya itu, ada kalimat “bagunlah jiwanya, bangunlah badannya...” ya lagu yang logis, sebelum badannya yang dibangunkan, maka jiwanya harus yang dibangunkan dulu. Sederhana tapi maknanya mendalam, begitu juga dalam pelatihan yang saya laksanakan ini, sebelum saya memberikan materi maka yang terpenting bagi saya untuk membuat semangat para peserta dan membuat peserta memperhatikan dari awal sampai akhir pelatihan, adalah dengan membangun jiwa pelatihan itu sendiri, seperti apa?


Tentunya tidak dengan game atau melawak tentunya, karena metode itu sudah lama saya tinggalkan, untuk alasan kenapa saya tinggalkan metode itu, panjang ceritanya, nanti saja kita bahas. Membangun jiwa pelatihan ini adalah dengan menjelaskan “why” anda mengikuti pelatihan ini, dan membuat peserta pelatihan yang hadir sadar dan yakin kalau mereka itu terpilih dan memiliki peran yang strategis dalam pelatihan ini, namun jangan sampai lebay dan berbohong tentunya.


Selanjutnya jika jiwa pelatihan ini sudah terbangun dengan baik, bagaimana cara mengetahuinya? Dengan meminta respon tanda mereka sudtuju dan meminta pendapat mereka beserta anggukan dan sorotan mata yang telah menghadap kita sebagai pelatih, maka jelas jiwa pelatihan sudah terbangun, tinggl membangun badannya, atau biasa iklan di televise dulu pernah mengatakan”kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda”.


Akrabkan Tanpa Sesi Perkenalan


Walaupun pelatihan ini pesertanya orang desa yang sangat suka untuk bersosialisasi, namun tetap saja masih banyak yang malu untuk saling mengenal karena ini pertemuan mereka pertama dari berbeda-beda desa yang juga jauh. Maka pelatihan ini tidak akan menjadi mengasyikkan sekaligus mudah diserap ilmu yang disampaikan, ketika kondisi pelatihan dingin tanpa keakraban, namun jika dibuat sesi perkenalan sungguh memakan waktu yang tidak sedikit mengingat materi yang banyak yang juga harus disampaikan oleh saya sebagai pelatih, jadi cara efektifnya?


Bentuk saja mereka berkelompok-kelompok yang setiap materi, terus saya acak kelompok belajarnya, supaya saling mengenal dan mencairkan suasana tanpa ice breaking atau game. Buat kelompok acak sesering mungkin, supaya mereka bisa saling akrab secara alami tanpa kita paksa semisal out bond. Mudah bukan?


Belum Paham Jadi Paham, Yang Paham Tidak Bosan


Memang pelatihan yang saya laksanakan ini sebenarnya materi itu sama saja dan berputar pada pemahaman yang itu-itu saja, hanya saja memang cara dan point of view nya yang saya rubah dan saya kemas sedemikian rupa supaya peserta yang baru ini paham tanpa minder dengan yang lama, dan peserta lama tidak bosan mengikuti pelatihan ini.


Seperti apa caranya? Setelah di bagi kelompok tadi dan secara tidak langsung dan otomatis meraka saling berkenalan singkat tanpa perlu disuruh anamun ada juga yang masih ja’im. Selanjutnya saya membagikan kertas plano untuk menuliskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah saya siapkan sebelumnya untuk mereka jawab bersama.


Dan saya buat soal itu semua murni berfikir dan berdasarkan pengalaman mereka dilapangan. Didalam kelompok ini ada peserta lama dan baru mereka digabung, dan saya terus pantau diskusi kelompoknya, apa yang sedang mereka bicarakan dan apa pendapat mereka yang ditulisakan pada kertas plano tersebut.


Ternyata memang benar dan sesuai dengan harapan, tentunya yang baru masih banyak yang belum paham, maka dalam diskusi kelompok inilah merek saling mentransfer ilmunya. Yang sudah paham memberikan pemahaman kepada yang baru, dan yang baru memberikan ide yang baru dari mereka.

Dan saya melihat ini metode yang perlu terus dikembangkan. Lalu pertanyaannya kemudian apa tugas saya sebagai pelatih kalau pesertalama sudah paham dan bisa memberikan pemahaman pada peserta yang lama? Ya tentunya saya sebagai pelatih meluruskan jika masih ada kekeliruan dan mengajarkan mereka tentang ilmu dan keterampilan baru tentunya dalam mereka meberdayajkan dan mendampingi masayarakatnya. Wallahu’alam bisshowab.


www.ridhohudayana.com

Minggu, 29 Desember 2013

Pengaruh Kemampuan Kognitif Terhadap Kinerja Pelayanan Nasabah Pada Karyawan Bank

by. Ridho Hudayana, S.Psi

1.       Pengaruh Kemampuan Kognitif Terhadap Kinerja Pelayanan Nasabah Pada Karyawan Bank
2.       Ada Hubungan Antara Kemampuan Kognitif Terhadap Kinerja Karyawan Dalam Melayani Nasabah
3.                                                         Statistics


Kinerja
Kognitif
N
Valid
21
21
Missing
2
2
Mean
6,9524
74,6190
Std. Error of Mean
,37465
3,28958
Median
7,0000
76,0000
Mode
8,00
76,00
Std. Deviation
1,71686
15,07473
Variance
2,948
227,248
Skewness
-,574
-,444
Std. Error of Skewness
,501
,501
Kurtosis
-,895
-,822
Std. Error of Kurtosis
,972
,972
Range
5,00
53,00
Minimum
4,00
46,00
Maximum
9,00
99,00
Sum
146,00
1567,00


One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
 


Kinerja
N
21
Normal Parameters(a,b)
Mean
6,9524
Std. Deviation
1,71686
Most Extreme Differences
Absolute
,205
Positive
,117
Negative
-,205
Kolmogorov-Smirnov Z
,941
Asymp. Sig. (2-tailed)
,339
5.      








a  Test distribution is Normal.
b  Calculated from data.

6.   Berdasarkan hasil dari uji hipotesis yang menghasilkan korelasi yang signifikan antaravariabel  Y dan X        
                                                  Correlations



Kognitif
Kinerja
Kognitif
Pearson Correlation
1
,855(**)
Sig. (2-tailed)

,000
N
21
21
Kinerja
Pearson Correlation
,855(**)
1
Sig. (2-tailed)
,000

N
21
21
**  Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

7.     Kemampuan kognitif seorang karyawan dari Bank yangtugasnya melayani memerlukan kemampuan   kognitif yang baik dan kemudian akan menentukan pelayanan yangbaik pula pada nasabah sebagai penilaian kinerja karyawan.
8.     Ada hubungan yang baik antara kkemampuan kognitif dengan kinerja karyawan bank dalam melayani nasabah bank.

Rabu, 17 Oktober 2012

Bedah Buku Authentic Happiness


Martin Seligman, seorang psikolog pakar studi optimisme, memelopori revolusi dalam bidang psikologi melalui gerakan Psikologi Positif. Berlawanan dengan psikologi negatif, sains baru ini mengarahkan perhatiannya pada kekuatan dan kebajikan manusia, mengembangkan potensi-potensi ini sehingga membuahkan kebahagiaan yang autentik dan berkelanjutan.

Ahad, 21 Oktober 2012
Genius Building
Jl.Sulawesi N
o.57
Jam 15.30-17.00 wib
Telp: 0561-9 116 116
SMS: 0896 - 9370 - 6016


Jumat, 27 Juli 2012

ANALISIS


by Anonim
          
Analisis mempunyai arti penting bagi manajer. Dengan analisis perubahan parameter yang sebelumnya telah diasumsikan, dapat dinilai/dievaluasi kembali untuk dilihat seberapa besar pengaruhnya terhadap keputusan yang akan diambil, khususnya yang menyangkut nilai optimal dan solusi optimal.

            Konsep dasar analisis ini meliputi pengertian solusi dan nilai optimal, kendala aktif dan non aktif. Data analisis dari koefisien fungsi tujuannya untuk berapa besar nilai koefisien dalam fungsi tujuan boleh berubah tanpa mengubah solusi optimal. Perubahan dalam batas ini tentu akan mengubah nilai optimal fungsi tujuan. Perubahan koefisien akan menimbulkan alternative solusi optimal. Tetapi tidak demikian halnya untuk solusi yang penting dalam analisis, khususnya untuk mengetahui berapa biaya dari suatu variabel keputusan dapat turun berdasarkan nilai positif dalam solusi optimal. Kemudian berapa laba dari suatu variabel keputusan harus dinaikkan agar variabel keputusan tersebut bernilai positif dalam solusi optimal, untuk dapat memahami dan melakukan analisis dengan baik adalah perlu mengetahui konsep dasar dari teknik itu.   

            Penelitian yang menggunakan analisis umumnya melalui tahap-tahap:(1)perumusan masalah, (2) perumusan hipotesis, (3) penarikan sampel, (4) pembuatan alat ukur, (5) pengumpulan data, (6) analisis data.
Perumusan Masalah. Masalah harus dapat dirumuskan dalam pertanyaan yang dapat diukur. Perumusan Hipotesis. Hipotesis dapat dirumuskan dalam bentuk hipotesis nol, hipotesis penelitian, atau hipotesis statistik.

Penarikan Sampel. Penarikan sampel dimulai setelah kita menentukan satuan analisis, ke dalam survai pendataan penduduk. Pembuatan Alat Ukur. Bila masalah sudah dirumuskan secara operasional, pengembangan alat ukur tidak akan terlalu sulit. Alat ukur harus diuji terlebih dahulu. Dengan menggunakan aalat ukur yang sama, beberapa peneliti menganalisis bahan yang sama. Kesamaan hasil pengukuran mereka menunjukkan tingkat reliabilitas alat ukur. Bila dengan menggunakan alat ukur lain untuk mengukur kita tetap menghasilkan data yang sama, kita yakin bahwa penelitian kita memiliki validitas. Pengumpulan Data. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar koding (cooding sheet) yang dibuat berdasarkan kategori yang ditetapkan pada tahap pembuatan alat ukur. Analisis Data. Data dapat dianalisis dengan menggunakan tabulasi atau tabel yang biasa. Karena kita menggunakan test, kita membuat tabel frekuensi yang biasa dan kita menghitung rata-rata (means).

Sebelum memilih uji statistik yang akan dipergunakan, peneliti harus menentukan terlebih dahulu, apakah sampel-sampel itu independen atau berkaitan.  Sampel-sampel dikaitkan independen apabila satu sama lain terpisah tegas (mutually exclusive). Anggota sampel pertama tidak menjadi anggota sampel yang kedua. Kita dapat mengambil sampel pria dan wanita, lalu menguji perbedaan kedua sampel itu dalam kecenderungan nonton film cengeng. Atau kita meneliti tentang perbedaan mahasiswa, dosen, dan karyawan dalam tanggapan mereka pada pesan politik kampanye pemilu. Dalam dua contoh di atas, anggota pria tidak dapat sekaligus menjadi anggota wanita; dosen tidak sekaligus menjadi mahasiswa.

Sampel-sampel yang berkaitan (related samples) terjadi karena tiga hal. Pertama, sejumlah orang dalam sampel diukur pada periode waktu tertentu, kemudian diukur lagi pada periode lain. Dalam desain eksperimental prauji-pascauji, kita menggunakan sampel-sampel yang berkaitan. Para peneliti mengatakan, setiap orang menjadi unit kontrolnya sendiri. Kedua, dua sampel berkaitan karena dijodohkan atas dasar individu. Misalnya, Ahmad dipasangkan dengan Haris (sama-sama orang Sunda, mahasiswa berusia 23 tahun, ber IQ 150, dan berindek prestasi 3,7). Ketiga sampel-sampel juga berkaitan karena mereka dijodohkan atas dasar kelompok (frequency distribution matching). Misalnya, kelompok A dijodohkan dengan kelompok B karena masing-masing mempunyai rata-rata IQ 150, rata-rata IP 2,5 dan rata-rata usia 27 tahun.

Uji statistik untuk sampel-sampel yang berkaitan tidak layak digunakan untuk sampel-sampel yang independen; sama dengan uji statistik untuk data interval yang tidak boleh digunakan untuk data nominal

Senin, 05 Desember 2011

Taklukkan Bahasa Inggris Diakhir Tahun


Ayo..Taklukkan bhs.Inggris dlm 6  Minggu BISA! MAU? Pembukaan Kelas Baru Sang Bintang School, Lembaga Kursus bahasa Inggris tercepat dengan metode Kampoenk Jenius, tanpa Menghafal, tanpa Mencatat, Tanpa PR, & Garansi Mengulang Gratis Bila gagal..!, 

daftar segera, mulai tanggal 5-20 Desember 2011. Kelas mulai tanggal 24 Desember 2011 bertempat di Jalan Sulawesi no 57 dan Jalan Sungai Raya Dalam, Gang Sejahtera 7-8 B
Daftar Online 

Disini.. 

Biaya Belajar:

* Ø Rp. 1.800.000 Jika mendaftar sendiri (bisa di angsur 2x, jika bayar kontan dapat discon 200 rb)

* Ø Rp. 1.200.000/ orang jika mendaftar Berdua.

* Ø Rp 1000.000 / Orang jika mendaftar 5 orang atau lebih.

* Ø Mau Gratiss?? Bawa min. 10 orang mendaftar gratis 1 orang

* Ø Ada harga khusus untuk Institusi dengan jumlah min 40 orang

CP; Ridho, 0896-93-7060-16/0561-9108807

Rabu, 14 Juli 2010

Ruang Diskusi

Ruang Diskusi
Dalam ruang ini, mengajak temen-temen untuk berdiskusi bersama tentang semua hal yang berkaitan dengan psikologi ataupun semua permasalahan hidup teman-teman.