Jumat, 16 Juli 2010

Ekonomi DalamPerspektif Psikologi

EKONOMI
Dalam Perspektif Psikologi

Dosen pembimbing :
Fathul Lubabin Nuqul M.Si

Oleh:
Ahmad Faiz Guzairi             06410099.

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MALANG
FAKULTAS PSIKOLOGI
April 2008
Sebuah Renungan Kecil.
Ekonomi siapa juga yang tidak kenal dengan istilah tersebut,berbicara tentang ekonomi pasti yang terbayang adalah sebuah hubungan yang sangat erat dengan Uang ya meskipun notabene yang terjadi tidaklah demikian keadaannya.Sebuah Negara yang makmur sekalipun jika ekonomi tergunjang dan labil yang terjadi adalah sebuah ketidak stabilan pada banyak aspek yang runtutanya adalah berkepanjangan bisa di contohkan moneter, ya kata itu sudah akrab di telianga kiat sejak 1998 yang lalu,momok yang sampai saat ini menjadi “teman”yang selalu mengiringi langkah setiap warga Negara yang baik ataupun yang tidak sadar bahwa masih memiliki Negara! Ironis memang teman yang kita ajak jalani hidup ini adalah sebuah krisis ekonomi dengan antek anteknya.Bukan hanya koloni belanda saja yang memiliki antek tapi benda yang tak terlihat inipun juga memiliki antek yang tak kalah kejamnya dengan belanda yang pernah menjajah negeri kita kurang  lebih 350 tahun.antek-antek dari krisis ekonomi adalah berkenaan dengan masalah psikologis pada setiap orang yang negaranya terkena dampak dari krisis ekonomi.Begitu besarkah sebuah pengaruh yang di timbulkan oleh “mahluk” bernama ekonomi ini ?
Sebelum berbicara tentang manusia yang memiliki begitu banyak “need”salah satunya adalah kebutuhan untuk bertahan hidup dan memiliki kenyamanan dalam menjalani hidup.ekonomi adalah di katakan sebuah yang bisa menopang kebutuhan fisik yang hanya kebanyakan di peroleh dengan stabilitas ekonomi baik ekonomi pada dirinya maupun negaranya.
Ekonomi yang makmur dalam setiap negara adalah seperti tonggak yang dapat menopang yang sebuah gedung yang sangat besar.ekonomi pada sebuah negara yang maju,berkembangan dan tertinggal sekalipun adalah sebuah prasyarat yang mutlak bagi negara dalam mencapai pembangunan.dalam tatanan negara terkadang kestabilan meskipun tidak hanya faktor ekonomi saja yang akan membuat sebuah negara maju.
Jika di kaitkan dengan aspek yang sangat manusiawi sekali “need” yang ada pada manusia sangat besar adalah kebutuhan fisik dan itu tidak lepas dari ekonomi dan pembagian-pembagianya.seperinya ekomomi masuk dalam lini yang berhubungan dengan aspek manusia tentang kebutuhan fisiknya dan itu yang membuat kenapa krisis ekonomi yang terjadi berpengaruh besar dalam tatanan kehidupan manusia.
Uang mungkin adalah segalanya menurut sebagian orang,karna dengan uang kita bisa mewujudkan apa yang kita inginkan.kini dalam zaman yang makin complicated ini semuanya di hadapkan bagaimana pikiran dan konsentrasi kita di arahkan untuk dapat bersaing dalam masalah keuangan.secara psikologis orang cenderung untuk lebih mempercayai tentang standart ekonomi untuk sebuah status seseorang maupun dalam hal lain mungkin di karnakan adalah ekonomi bisa berbentuk “nyata” dengan kekayaan yang di miliki.
Pembahasan yang sangat menarik jika dalam konstek kesinambungan antara konsep kebutuhan yang jelas jika ekonomi mewakili kebutuhan fisik dan psikologi berbicara fisik maupun psikis.perbincangan ini nyata ada dalam kehidupan kita sehari-hari dan kita sudah banyak tahu tentang dua konsep tersebut akan tetapi pertanyaan yang tampak adalah kenapa ekonomi yang tidak stabil membuat begitu banyak masalah yang timbul baik itu msalh fisik atau psikis?
Dari malakah yang kita susun di sana ada hubungan langsung akan tetapi tidak tampak yaitu bagai mana proses sebuah krisis yang menjalar pada krisis-krisis yang lain.multi krisis yang terjadi di negara kita ini adalah salah satu penyebabnya adalah  dari krisis ekonomi yang mana sosial dan budaya bangsa sudah tidak lagi menjadi acuan bagi masayarakat akan tetapi mereka sibuk dengan “perut”mereka hingga mereka lak lagi mau peduli dengan sesama yang di sebut “mati rasa”.sepertinya tidak ada lagi kepercayaan pada pemimpin,sesama,krisis moral dan lain sebagainya semua ini adalah bentuk dari dampak ekonomi yang tidak stabil akan tetapi bukan hanya faktor ekonomi saja tentunya.
Multi krisis yang terjadi hingga saat ini adalah menjadikan tatanan dalam sebuah sistem baik masyarakat ataupun negara sepertinya menyerukan pada aspek individualisme dan mereka cenderung lebih bersifat hedonisme,alangakah ironis memang ketika ekonomi di negara yang berkembang menjadikan sebuah negara itu seperti terkatung-katung untuk mengejar kemakmuran.Siapa yang patut di salahkan tentang ini semua dan kita harus memulainya dari mana tentang tatanan yang baru agar pemikiran kita tidak serta merta adalah ekonomi yang di pertahan kan?


Binekha tunggal ika,semboyan yang kita kenal dari waktu kita sekolah dasar tentang persatuan kesatuan yang meski kita tidak tahu arti sebenarnya dari semboyan yang di karang oleh Mpu Tantular tersebut dan juga kita tidak pernah tahu tentang kayanya negeri kita, besarnya potensi alam kita,dan begitu hebatnya kita dan yang jelas kita hanya tahu bahwa kita itu satu negara yaitu indonesia.
Prolog di atas mengingatkan saya tentang masa di mana semua masih bisa “bernyanyi” begitu juga alam yang saya tinggali di bumi ini.dulu ketika beras dan sembilan bahan pokok yang paling di butuhkan masyarakat dengan harga yang sangat murah untuk ukuran sekarang pesta tahunan di desa masih di adakan dengan berbagai macam hasil padi yang di panen meski saya hanya ingat sebagian tentang memori itu yang hanya bisa melihat terang di siang hari pada masa itu.akan tepati tidak ada masyrakat seperi yang saya lihat saat ini mereka kini makin tidak peduli dengan sesama yang saya pikir mereka sedikit iri dengan kemakmuran yang lebih dari para tetangga yang sedikit lebih beruntung ekonominya dari pada diri mereka yang kurang mampu.
Motivasi muncul disana untuk maju dan memiliki kehidupan yang layak dengan ekonomi yang makmur akan tetapi terkadang mereka lera untuk tidak peduli lagi dengan sosial,budaya dan pergeseran nilai yang mungkin akan segera punah di akibatkan oleh kesenjangan Ekonomi.
Mungkin indonesia di bangun berdasarkan prinsip kemakmuran ekonomi oleh pemimpinya dan kesalahan yang besar terjadi adalah ketika ekonomi tidak tercapai pada taraf yang baik maka yang terjadi adalah separti yang terjadi sekarang di bangsa kita ini yati subuah krisis ekonomi yang berdampak pada multi krisis yang lain.bisa kta bandingkan dengan negara tetangga contoh malaysia,negara itu membangun konsep masyarakatnya dengan konsep Pendidikan yang harus di kedepankan wsalah satu keuntungan yang di dapat adalah jika pendidikan itu tidak terbentuk secara baik maka dampak yang di timbulkan tidak separah konsep ekonomi akan tetapi karna keilmuan adalah sebuah konsep tertinggi maka secara tidak langsung terjadi sebuah peradapan yang akan berdampak pada tatanan masyarakat yang memiliki pandangan lebiha baik dan lebih siap dalam segala bidang serta lebih bisa berfikir tentang segala sesuatu tidak di kaitkan dengan hanya berfikir hedonisme.
Kembali pada krisis ekonomi yang terjadi pada bangsa ini.sebegitu parahkah yang terjadi di dalam kehidupan ini tentang dampak dari krisis ekonomi tersebut sehingga menimbulkan masalah-masalah baru yang makin memperpanjang burukya tatana negara kita? Sehingga mungkin penyebab utama dari banyaknya korupsi yang terjadi adalah karna krisis moral yang ada pada diri masing-masing pemimpin kita dan itu di sebabkan oleh takut akan Ekonominya  menjadi lemah dan jetu miskin?sangat relefan jika kris moral yang di sebakan oleh faktor luar beruapa ketakutan pada tidak stabilnya ekonomi maka yang harus di buat indikatora adalah moral.yaitu berupa bagian dari psikis dan ini adalaha sngat berhubungan sekali dengan psikologi sehingga mungkin dari ketakutan akan lemahnya ekonomi tersebut bisa di atasi dengan cara penanaman sebuah konsep psikologi baik itu psikologi islam ataupun psikologi barat maka yang bisa di harapkan adalah tentang bagaimana krisis ini setidaknya agar lebih berpatokan pada yang fisik saja sehingga tatanan masyarakat tidak kehilangan seluruh aspek fisik maupun psikis dan dari sini mungkin lambatlaun akan hilang krisis multi dimesi menju krisis ekonomi saja dan apabila krisis yang lain sudah tidak ada dalam artian ego sentris masing-masing baik pemimpin atau rakyatnya peduli ingin memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negaranya maka akan berangsur masalah ekonomi menjadi satbil yang akan membuat satu negara berada pada posisi yang tertinggi tentang tatanan sebuah peradapan yang maju.


“Mungkin renungan kecil dari analisis yang semrawut ini akan mengajarkan kita
dan khususnya pada diri saya sendiri agar tidak “mati rasa”
di karnakan makin terhimpitnya masalah
tentang krisis ekonomi dan krisis multi dimensi
ada pada sebuah do’a saya yang tersayup ketika saya ingin
membuat sebuah tatanan masyarakat dengan konsep keilmuan
agar kelak dalam memadang hidup ini lebih bermakna jika di pandang dari segi keilmuan”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar