Selasa, 08 Februari 2011

ERGONOMI TERMINAL



By. Nur Inayah Diputrie 
                                                  PSYCHOLOGY DEPARTEMENT




BAB I




PENDAHULUAN

            Terminal adalah salah satu prasarana transportasi jalan untuk memenuhi keperluan memuat dan menurunkan orang dan atau barang serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum yang merupakan salah satu wujud simpul jaringan transportasi.  Fasilitas-fasilitas yang ada pada Terminal antara lain adalah ruang tunggu, tempat parkir, kios, lahan, petorasan/kakus, dan tempat reklame.
            Pada era saat ini, masyarakat pasti ingin mendapatkan pelayanan yang terbaik dari pihak Pemerintah Daerah. Hal ini yang mendorong pihak terminal untuk dapat memberikan juga pelayanan yang maksimal kepada pengunjung terminal agar pada saat pengunjung berada di lokasi, dapat merasa aman, nyaman dan indah dipandang.
            Lokasi riset yang akan penulis bahas dalam makalah ini adalah Terminal Arjosari Malang. Dimana terminal arjosari ini merupakan sarana transportasi kendaraan umum yang memperlancar jaringan transportasi dari kota Malang ke kota-kota tujuan, maupun sebaliknya.
            Yang perlu diperhatikan dalam lokasi yang akan kita bahas ini adalah fasilitas-fasilitas yang ada, dimana fasilitas-fasilitas ini dapat menunjang pelayanan yang maksimal bagi pengunjung terminal. Pelayanan prima inilah yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung terminal.
            Aspek-aspek ergonomi sangat penting dalam proses rancang bangun fasilitas kerja merupakan faktor penting dalam menunjang peningkatan pelayanan jasa produksi, terutama dalam hal perancangan ruang dan fasilitas akomodasi. Proses ini harus menerapkan secara ergonomis agar didapat kepuasan baik dari si pengguna jasa maupun pemberi jasa produksi.


BAB II

PEMBAHASAN

            Satu masalah yang mengawali pembahasan disini adalah mengenai kondisi yang membahayakan (unsafe condition) yang ada pada terminal arjosari malang. Kita tahu bahwa unsafe condition itu sendiri merupakan salah satu hal yang penting dalam lingkungan kerja, yaitu terutama untuk menjamin keselamatan kerja. Harus diketahui apakah penyebab utama seandainya di tempat tersebut terjadi sesuatu yang tidak baik.
            Salah satu contoh yang saya temukan dalam lokasi riset di terminal arjosari malang yaitu masalah lantai yang licin dan ketinggian lantai yang tidak seimbang atau dapat dikatakan tidak rata (gambar 1.i).

 (Gambar 1.i)

            Gambar diatas adalah salah satu gambar yang memperlihatkan bagian lantai yang kurang proporsional pada lokasi di dalam terminal. Selain kondisi yang tidak seimbang, lantai juga sangat licin. Hal ini dapat menyebabkan kecelakaan pada pengguna jalan di lokasi teminal, terutama pejalan kaki. Fasilitas ini merupakan fasilitas jalan yang sudah tidak layak.
            Menurut M. Sulaksmono (1997), kecelakaan adalah suatu kejadian tak diduga dan tidak dikehendaki yang mengacaukan proses suatu aktivitas yang telah diatur. Kecelakaan dapat terjadi tanpa disangka-sangka dalam sekejab mata menurut Bennett NBS, dan dalam setiap kejadian terdapat empat faktor bergerak dalam satu kesatuan berantai, yaitu; lingkungan, bahaya, peralatan dan manusia.



Radial DiagramKeterkaitannya dapat digambarkan dalam bagan berikut:




           






Keterkaitan faktor-faktor pencegah kecelakaan

Pada prinsipnya, kecelakaan kerja dapat dicegah. Disini akan dipaparkan beberapa pencegahan kecelakaan, antara lain:

Menurut Suma’mur (1996),  ada beberapa hal yang dapat mencegah kecelakaan kerja, antara lain:
  1. peraturan perundangan, yaitu ketentuan-ketentuan yang diwajibkan mengenai kondisi kerja pada umumnya, perencanaan, konstruksi, perawatan dan pemeliharaan, pengawasan, pengujian dan cara kerja peralatan industri, tugas-tugas pengusaha dan buruh, latihan, supervisi medis, P3K dan pemeriksaan kesehatan.
  2. standarisasi yang ditetapkan secara resmi, setengah resmi atau tidak resmi mengenai misalnya syarat-syarat keselamatan.
  3. pengawasan agar ketentuan UU wajib dipenuhi.
  4. penelitian bersifat teknik, misalnya tentang bahan-bahan yang berbahaya, pagar pengaman, dan peralatan lainnya.
  5. riset medis, terutama meliputi efek fisiologis dan patologis, faktor lingkungan dan teknologi dan keadaan yang mengakibatkan kecelakaan.
  6. asuransi, yaitu insentif finansial untuk meningkatkan pencegahan kecelakaan.
  7. usaha keselamatan pada tingkat perusahaan.

            Dalam permasalahan ini, dapat kita simpulkan bahwa kondisi seperti diatas sangat membahayakan manusia. Bisa saja para pengunjung yang tidak terlalu memperhatikan jalan akan terpeleset dan jatuh. Oleh karenanya, perlu adanya perubahan-perubahan dalam lokasi, antara lain perubahan material lantai dipilih yang jenisnya kasar, agar tidak licin dan membuat para pengunjung terminal dapat berjalan dengan nyaman. Selain itu, lantai yang tidak rata juga harus segera diperbaiki dengan cara merombak ulang lantai atau merancang ulang (re-desain). Lantai harus dibuat dengan ketinggian yang seimbang dan proporsional. Apabila memang lokasi pada lantai tersebut merupakan tanjakan kecil, bisa ditambahkan jalan yang berbentuk tangga kecil.

            Permasalahan yang kedua yaitu adalah sikap duduk. Disini akan saya berikan contoh gambar dalam permasalahan ini.
 (Gambar 2.i)


 (Gambar 2.ii)


            Gambar diatas menunjukkan adanya sikap duduk yang salah (lihat gambar 2.i dan 2.ii).

            Pada dasarnya, duduk memerlukan lebih sedikit energi daripada berdiri, karena dapat mengurangi beban otot statis yang ada pada kaki. Akan tetapi, sikap duduk yang salah akan menyebabkan masalah-masalah pada punggung. Tekanan pada tulang belakang akan meningkat pada saat duduk, dibanding saat berdiri maupun berbaring. Sikap duduk yang tegang lebih banyak memerlukan aktivitas otot atau urat saraf belakang daripada sikap duduk yang condong kedepan.
            Apabila diasumsikan tekanan sekitar 100%, maka cara duduk yang tegang atau kaku (erect posture) dapat menyebabkan tekanan tersebut mencapai 140% dan cara duduk yang dilakukan dengan membungkuk kedepan menyebabkan tekanan tersebut sampai 190%. Jadi posisi sikap duduk yang benar sangat penting.



            Ukuran kursi seharusnya didasari pada data antropometri yang sesuai, dan ukuran-ukuran yang ditetapkan. Tinggi dan posisi sandaran punggung harus disesuaikan. Apabila sebuah tempat duduk terlalu rendah, maka akan dapat menimbulkan masalah-masalah baru pada tulang bagian belakang.
            Dari situlah antropometri akan membentuk dasar untuk ketinggian tempat duduk yang jaraknya dari tumit kaki sampai permukaan yang lebih rendah dari paha disamping lutut dengan tekukan lutut pada sudut 90º.
            Jadi pada masalah ini, diharapkan perancangan kursi yang sesuai dengan bentuk antropometri dan ukuran-ukuran yang teah disesuaikan. Hal ini untuk memberikan kenyamanan pada posisi atau sikap duduk serta dapat menghindarkan diri dari masalah-masalah punggung terutama tulang belakang.





BAB III

KESIMPULAN

            Dari pembahasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa kepuasan pemakai jasa amat sangat penting. Oleh karena itu, pelayanan yang optimal sangat diutamakan untuk hal ini. Salah satunya yaitu penyediaan fasilitas di dalam lokasi terminal. Para pemakai jasa atau para pengunjung tentu saja akan merasa puas dengan fasilitas-fasilitas yang diberikan apabila fasilitas-fasilitas itu pada kenyataannya memang seperti yang diharapkan.
            Keselamatan adalah hal yang penting dalam segala sesuatunya. Maka desain lokasi yang ergonomis akan menunjang pula bagi keselamatan para pengunjung, terutama pejalan kaki. Diharapkan agar kedepannya, desain perancangan lokasi tempat fasilitas umum agar lebih ergonomis. Hal ini tentu akan memuaskan kedua belah pihak, yaitu pengguna jasa dan juga pemberi jasa.
            Selain itu, posisi atau sikap duduk yang benar juga sangat perlu untuk diperhatikan. Dengan tujuan menghindarkan diri dari masalah-masalah punggung atau tulang belakang. Saran lain juga bisa dengan menambahkan tempat duduk bagi para pengunjung, karena pengunjung banyak yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk . Selain itu lebih memberikan kenyamanan pada pemakai jasa itu sendiri.





Daftar pustaka
Dr. Gempur Santoso, Drs., M. Kes 2004. Manajemen Keselamatan & Kesehatan   Kerja. Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher

Eko Nurmianto 2004. Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya : Prima             Printing




Tidak ada komentar:

Posting Komentar