Minggu, 09 Oktober 2011

DEPRESI PADA ANAK

Review Jurnal

Oleh :
M. Hafidz Bahtiar (05410090)

Depresi pada Anak

Depresi adalah suatu gangguan kedaan tonus perasaan yang secara umum ditandai oleh rasa kesedihan, apati, pesimisme, dan kesepian1. Keadaan ini sering disebutkan dengan istilah kesedihan (sadness), murung (blue), dan kesengsaraan.
Gangguan alam perasaan (mood atau afek) pada anak dan remaja semakin dikenali sehingga insiden depresi meningkat secara dramatis dalam 40--50 tahun terakhir ini. Depresi pada anak dan remaja jarang dikenal di Amerika Utara sebelum 1970, karena anak dianggap terlalu muda untuk mengalami yang berhubungan dengan depresi atau alam perasaan, rasa bersalah, dan percaya diri yang rendah. Di Amerika, penyakit ini dilaporkan telah mengenai beribu-ribu anak di bawah usia 18 tahun. Remaja diharapkan dapat melalui periode ketegangan dan badai kehidupan (storm and stress) yang ditandai dengan perubahan alam perasaan sebagai bagian dari perkembangan normal.

ANALISA JABATAN

ANALISA JABATAN
(Terminologi, Tehnik, Kriteria dan Proses, Who Conduct Anajab)

Dosen Pembimbing :
Endah Kurniawati P,. M.Psi




Oleh :
Mawar Tianti (05410013)
Endraswari Kusuma Ardhani (05410034)
Suranti Wuri Handayani (05410080)



BAB I
PENDAHULUAN

Secara singkat dapat dikatakan bahwa manajemen sumberdaya manusia sangat erat kaitannya dengan motto "The Right Man on the Right Place and the Right Time". Jadi manajemen sumberdaya manusia pada saat yang tepat harus bisa mengusahakan agar tenaga kerja itu ditempatkan pada posisi yang tepat sesuai dengan minat dan kemampuannya.
Untuk bisa menerapkan motto "The Right Man on the Right Place at the Right Time" ada beberapa hal yang harus diketahui. Dari sudut perusahaan, maka unsur pertama yang harus diketahui adalah unsur "PLACE-" nya, sebab perusahaan sebagai organisasi adalah wadah tempat manusia (MAN) bekerja. Tempat bekerja ini seringkali seeara lebih spesifik disebut sebagai JABATAN.

Minggu, 02 Oktober 2011

Tabel Perkembangan

Perkembangan Sosial
Tahap Perkembangan Psikososial Erik Erikson


Perkembangan Moral
Stadium Penalaran Moral (Kohlberg, 1969)

Tingkat I
Moralitas Prakonvensional
Stadium I
Orientasi Pada Hukuman ( mematuhi Peraturan Untuk Menghindari Hukuman)
Stadium II
Orientasi pada hadiah (menyesuaikan diri untuk mendapatkan Hadiah, untuk mendapatkan penghargaan sebagai balasan)

Tingkat II
Moralitas Konvensional
Stadium III
Orientasi Anak Baik (menyesuaikan diri untuk menghindari celaan orang lain)
Stadium IV
Orientasi Otoritas (mematuhi hukum dan peraturan sosial untuk menghindari kecaman dari Otoritas dan perasaan bersalah karena “tidak melakukan Kewajiban”.

Tingkat III
Memori Pasca Konvensional
Stadium V
Orientasi Kontrak sosial (tidakan ditentukan oleh prinsip secara umum seperti hal-hal yang penting bagi kesejahteraan masyarakat ; prinsip dipertahankan untuk mendapatkan penghargaan dari sebayanya, dan dengan demikian, menghormati diri sendiri.

Perkembangan Kognitif
Stadium Perkembangan Kognitif Piaget

Stadium
Karakterisasi
Sensorimotorik
(Lahir – 2 tahun)
·         Diferensiasi Self pada Objek
·         Mengenali self sebagai pelaku suatu tindakan dan mulai bertindak dengan sengaja: misalnya, menggoyang-goyangkan mainan untuk menghasilkan bunyi dll
·         Mencapai kepermanenan Objek: menyadari bahwa benda-benda terus ada walaupun tidak lagi tertangkap oleh indra
Praoperasional
(2 – 7 tahun)
·         Belajar menggunakan bahasa untuk merepresentasikan Objek dengan citra dan Kata-kata
·         Pemikiran masih Egosentrik: mengalami kesulitan dan memandang dari sudut pandang orang lain
·         Mengklasifikasikan objek dengan ciri tunggal: sebagai contohnya, mengelompokkan semua balok merah tanpa memandang bentuknya atau semua balok persegi tanpa memandang warnanya.
Operasional Konkret
(7 – 11 tahun)
·         Dapat berfikir secara Logis tentang Objek dan Peristiwa
·         Mencapai konservasi angka (Usia 6), dan Bobot (Usia 9)
·         Mengklasifikasikan objek menurut beberapa ciri dan dapat mengurutkannya secara serial mengikuti dimensi tunggal, seperti Ukuran.
Operasional Formal
(11 tahun dan lebih)
·         Dapat berfikir secara logis tentang masalah Abstrak dan menguji Hipotesis secara Sistematik
·         Memperhatikan masalah Hipotetik, Masa depan, dan Ideologis





Perkembangan Fisik dan Psiko motorik

Konsep
Proses
karakteristik
Refleks
  • Sifat


  • mengisap
Bayiyang baru lahir terbatas pada gerak refleks – gerakan otomatis – membantu perilaku bayi yang baru lahir.
Bayi mengisap adalah sauatu metode penting untuk memperoleh gizi dan merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan.
Tinggi dan berat badan
Perubahan
Bayi dilahirkan normal mempunyai berat badan 7,5 pon dan akan bertambah 1 inci perbulan selama setahunnya
Keterampilan Motorik kasar dan halus
Keterampilan motorik kasar
Keterampilan ini meliputi kegiatan-kegiatan otot besarseperti menggerakkan lengan untuk berjalan
Keterampilan Motorik halus
Keterampilan ini lebih halus daripada keterampilan motorik kasarseperti keterampilan mengenggam dan meraih tangan ibu



  • Selanjutnya kemampuan tersebut akan berkembang terus menerus yang bisa digambarkan pada tabel tahap Epigenetika Psikososial Erik Erikson, maupun teori perkembangan kognitif Jean Piaget




Sabtu, 17 September 2011

BUNUH DIRI

by Makalah Psikologi Team 
            Sebelum membahas lebih lanjut tentang bunuh diri, perlu di ketahui pengertian bunuh diri, bunuh diri adalah segala perbuatan yang sengaja di lakukan oleh seseorang yang dapat membinasakan dirinya dalam waktu yang singkat.

Hampir semua orang sekali waktu dalam hidupnya pernah mempunyai pikiran untuk lebik baik mati saja. Motivasi ini sangat kompleks. Apakah buah pikiran itu akan menjadi  perbuatan atau tidak, tergantung pada keadaan lingkungan sosial serta juga keadaan jiwa maupun badan orang itu.

            Di negara Amerika Serikat, umur puncak rawan bunuh diri adalah antara 24 dan 44 tahun. Kasus ini lebih banyak sungguh-sungguh dilakukan oleh kaum lelaki ketimbang kaum perempuan, namun lebih banyak dicoba dilakukan oleh kaum perempuan ketimbang kaum lelaki. Cara yang populer untuk mencoba bunuh diri baik di kalangan kaum lelaki lebih suka memilih cara yang lebih letal atau mematikan, seperti menggantung diri.

Sabtu, 20 Agustus 2011

KENAIKAN HARGA BBM


Sebagai keseimbangan perekonomian dan keuntungan perusahaan

By.



Meirina Ramdhani

Aminah Permata Ummu H.

Ratna Husniyah Huda

Dewi Mar’atul Aslamiyah

Devi Dwi Irawati

Acsan Suseno

Sadid Al Muqim




Bismillahirrohmanirrohim.


Dunia teknologi tidak pernah berhenti dan menemui kepuasan untuk berlanjut menciptakan sensasi baru, terutama di bidang lokomotif. Hal ini pun didukung minat konsumen kelas menengah ke atas untuk terus mengkonsumsinya, sehingga tidak heran jika kepemilikannya dapat terbilang tertier (sangat mewah). Lalu bagaimana dengan masyarakat menengah kebawah?

Semakin banyak stok lokomotif kendaraan bermotor, termasuk mobil dan dan sepeda motor dengan desain selalu baru, yang kemudian didistribusikan pada konsumen, maka ketertarikan untuk membeli juga semakin besar. Hal ini, secara otomatis, akan memberi dampak besar pada distribusi bahan bakar sebagai konsekuensi pengimbang meluasnya kepemilikan kendaraan bermotor, baik secara pribadi, industri atau pemerintahan.