Selasa, 10 Agustus 2010

Puasa Perspektif Islam

Keutamaan Puasa di Bulan Ramadhan
Puasa Perspektif Islam 
Oleh: Sadid Al Muqim1
 
Puasa adalah rukun yang keempat bagi agama Islam. Barangsiapa yang menentangnya, atau mengingkarinya, atau sengaja tidak mau melakukannya tanpa ada udzur (alasan) yang dibenarkan oleh agama Islam atau karena sakit, maka benar-benar dia telah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, dan imannya berkurang.
Barangsiapa yang sengaja mengurangi imannya dan tidak mau bertaubat, maka benar-benar dia telah dengan sengaja membuat kemurkaan Tuhannya. Barangsiapa yang sengaja membuat kemarahan Tuhannya, maka benar-benar dia telah mengkufuri nikmatNya. Barangsiapa yang bertaubat dan memperbaiki kelakuannya, dan kembali kepada Tuhannya, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang, Maha Pengampun lagi Maha Dermawan.
Puasa itu, sebagaimana definisi yang telah dikemukakan oleh para ahli fiqih, adalah menahan diri dari makan, minum, bersetubuh, dan dari setiap hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar sampai dengan terbenam matahari, dengan niat yang murni hanya karena mematuhi perintah Allah swt.
Puasa itu adalah zakat (pembersih) bagi badan, berdasarkan sabda Nabi saw.:
Setiap sesuatu itu ada zakatnya, sedangkan zakat dari jasad adalah puasa.”
Nabi Muhammad saw. telah bersabda:
Bahwasanya puasa itu adalah benteng”. Artinya penjagaan yang dapat menjaga manusia dari kejahatan dua musuhnya, yaitu Syaithan dan Nafsu.

Tujuan Puasa

Bukanlah tujuan dari puasa itu melarang makan dan minum yang tidak bermanfa'at bagi Allah, serta tidak memberi melarat kepada-Nya karena membolehkan makan dan minum. Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi menghendaki dengan pencegahan makan dan minum, adalah agar orang yang berpuasa dapat merasakan panas perut sebab lapar dan sangat kehausan; dan agar seseorang muslim yang telah diberi nikmat oleh Allah itu dapat mengerti bahwa sesungguhnya tidak sah baginya untuk memenuhi perutnya dan berbuat boros dalam membelanjakan hartanya untuk makanan dan minumannya, sedang di dekatnya banyak keluarga dan kerabatnya serta saudara-saudaranya yang muslimmenderita kelaparan dan kehausan.
Keutamaan Puasa di Bulan Ramadhan
(Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hami -Fiqh, 25 Oktober 2003-)
1. Puasa Adalah Perisai [Pelindung]
2. Puasa Bisa Memasukkan Hamba ke Surga
3. Pahala Orang Puasa Tidak Terbatas
4. Orang Puasa Punya Dua
5. Bau Mulut Orang Yang Puasa Lebih Wangi dari Baunya Misk2
6. Puasa dan Al-Qur'an Akan Memberi Syafa'at Kepada Ahlinya di hari Kiamat
7. Puasa Sebagai Kafarat
8. Ar Rayyan Bagi Orang yang Puasa
Begitu banyak kajian puasa yang belum kita ketahui, bahkan dengan keutamaannya pula. Tidak cukup bagi kita untuk membahas dengan waktu yang terbatas, karena untuk puasa adalah urusan Allah SWT.
Mudah-mudahan kita menemui rahasia tersebut dalam waktu yang sedekat-dekatnya, karena tidak menutup kemungkinan pertemuan ini adalah yang terakhir.
Terakhir kalinya, “MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN”. Mohon maaf batin dan lahir.
1 Mahasiswa psikologi semester III Universitas Islam Negeri Malang
2 Lihat apa yang telah ditulis oleh Ibnul Qayyim dalam Al-Wabilu Shayyin minal Kalami At-Thayyib hal.22-38

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar