Tampilkan postingan dengan label Psikologi Kognitif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Kognitif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Agustus 2015

Penyakit itu 90% berasal dari pikiran

Penyakit itu 90% berasal dari pikiran, 10%-nya dari pola makan. Gak Percaya?? Lihat Orang Gila, makan apa pun fisiknya sehat karena pikirannya selalu Happy.

Berikut korelasi daftar penyakit dengan pikiran negatif:

1) MARAH, selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita mengalami depresi 6 jam.

2) DENDAM & MENYIMPAN KEPAHITAN akan menyebabkan imun tubuh kita mati.. Dari situlah bermula segala penyakit, seperti STRESS, KOLESTEROL, HIPERTENSI, SERANGAN JANTUNG, RHEMATIK, ARTHRITIS, STROKE (perdarahan / penyumbatan pembuluh darah).

3) Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN.

4) Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.

5) Jika kita MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur).

6) Jika kita sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH.

7) Jika kita sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena penyakit GINJAL.

8) Jika kita suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).

9) Jika kita mudah EMOSI & cenderung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.

10) Jika kita sering merasa APATIS (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.

11) Jika kita sering MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES.

12) Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh).

13) Jika kita sering BERSEDIH & merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih).

Sumber : Buku “The Healing & Discovering the Power of the Water” (by : Dr. Masaru Emoto).

Salah satu terapinya dengan berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

“Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan sifat kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari terjebak oleh hutang-hutang dan didholimi oleh penguasa”

[Agus Santoso]

Selasa, 25 Oktober 2011

BERFIKIR Perspektif Psychology

By Psikologi UIN MALIKI 2005

1. Definisi
Berfikir adalah suatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak. Kegiatan Berfikir juga melibatkan seluruh pribadi manusia dan juga melibatkan kehendak manusia. Berfikir juga berarti berjerih payah secara mental untuk memahami sesuatu yang dialami atau mencari jalan keluar dari persoalan yang sedang dihadapi. Biasanya kegiatan Berfikir dimulai ketika muncul keraguan dan pernanyaan untuk dijawab atau masalah masalah yang memerlukan pemecahan.
Charles  S. Pierce mengatakan dalam Berfikir ada dinamika gerak dari adanya gangguan suatu keraguan. Berfikir adalah kelangsungan tanggapan-tanggapan ketika subjek Berfikir positif. Plato beranggapan bahwa Berfikir adalah berbicara dalam hati.
Berfikir adalah aktivitas ideasional (Wood Worth dan Marquis) dan ada 2 kenyataan: 1) Berfikir adalah aktivitas, jadi subjek yang Berfikir aktif, 2) aktivitas bersifat ideasional jadi bukan sensoris dan bukan motoris, walaupun dapat disertai oleh kedua hal itu Berfikir menggunakan abstraksi-abstraksi atau “ideas”
Berfikir logis adaalh proses nalar, menyusun ketahuan yang ada menuju kepada suatu kesimpulan yang konkrit.
Berfikir ilmiah adalah serangkaian aktivitas rasio manusia untuk dapat membeda-bedakan hal yang memang beda (realistis) dan menyamakan hal yang memang sama (objektif) serta mencari nisbat antara dua hal tersebut untuk mencari kebenaran.
Berfikir filsafati adalah proses dialektis yang terarah untuk menemukan suatu hakikat kebenaran yang integral dan universal.